Kesalahan masa lalu membuat penyesalan. Tapi, Selalu ada kebahagiaan diantaranya - Cinta, impian dan harapan. Kadang tumbuh dan menua. Namun, kadang mekar hanya untuk layu dan yang layu saat ini tetap hidup di masa lalu.
Beranjak bukan berarti menghapuskan. Lalu, jauh langkah dari kaki diusahakan untuk mengejar apa?
Mungkin melanjutkan hidup
Kehidupan akan terus berjalan baik dengan ada ataupun tanpa ada kita didalamnya
dan kita
bukan satu-satunya pemeran didunia yang penuh dengan kebingungan ini. Diantara kebingungan-kebingungan itu, kita menetapkan tujuan untuk mengisi kehidupan. Satu diantaranya ialah membalas budi orang tua.
Beberapa orang terlahir dengan keadaan ekonomi dan hubungan keluarga yang baik. Namun sebagian diantaranya terlahir sebaliknya.
Hidup berkeluarga dengan penuh tantangan didalamnya, untuk sebagian orang yang menyalahkan takdir mungkin bisa dimaklumi.
Namun, menerima dan mengambil hikmah ialah satu dari pilihan terbaik yang ada.
Sebuah peringatan, tulisan ini berisi pikiran dan perasaan saya. Mungkin tidak ada isi yang berarti banyak.
Dan apabila jika ingin mencari sesuatu yang penting, mungkin ada baiknya berhenti disini.
Saat menulis ini, saya sedang berada difase bingung. Pikiran yang buntu dan nafas yang berat. Tepat 18 hari setelah abang saya yang paling bisa diandalkan dalam keluarga meninggal, lalu setelahnya bapak saya juga menyusul.
Belum hilang gemuruh pikiran.
Kini kembali
dengan badai yang lebih pekat.
Seperti biasa, otak cenderung mengingat hal-hal buruk lebih baik dibanding mengingat hal baik - dari jutaan hal baik yang terjadi dalam hidup.
Segelintir hal-hal buruk cenderung lebih mudah muncul dikepala. Secara kolektif dan jelas membawa pikiran untuk menyalahkan dan menyesali kejadian-kejadian. Contohnya yang saya rasakan saat ini, banyak hal diambil ketika mulai membaik. Seperti dalam game, ketika pemain sudah beradaptasi dengan kesulitan yang ada, sistem seperti sengaja menambah tantangan agar pemain bisa menikmati game itu. Namun, kadang ada pemain yang memilih untuk menyerah.
Belum sampai pada tujuan yang telah lama ditetapkan. Lalu, seketika semuanya berhenti. Bukan karena keterbatasan kemampuan atau menyerah karena sulitnya proses untuk mencapai tujuan itu
Tapi....
Tujuannya yang menghilang.
Seakan dipermainkan oleh takdir. Lantas perjuangan-perjuangan yang sudah dilalui dan proses yang kian dekat dengan akhir, seakan tidak berguna.
Setelah sekian lama hidup berjalan dengan melawan arus, akan ada saat nya ia akan hanyut. Tersangkut ke tepi jalur atau bahkan kembali ke titik awal.
Saya mulai mempertanyakan pilihan-pilihan yang diambil.
Mulai mengevaluasi diri
dan bahkan mulai kehilangan dan lupa dengan alasan mimilih pilihan-pilihan itu
Salah satunya merantau.
Dengan sadar, merantau jauh dan meninggalkan banyak hal. Apakah sebanding dengan hasilnya?
atau hanya mengejar dan memuaskan rasa egois dalam diri?
Beberapa pertanyaan yang tidak bisa dijawab mulai muncul, entah lupa jawabannya atau memang jawabannya belum ada sejak awal.
Apakah sebanding menukar waktu bersama orang tua dimasa tuanya dengan gaji yang lebih besar 2-3 juta?
Apakah sisa umur orang tua layak dengan harga sejumlah itu?
Sebenarnya secara sadar, saya tau kalau manusia hanya perlu makan untuk hidup dan tanpa masalah untuk menghadapi kehidupan. Tanpa merantaupun sebenarnya semua sudah terpenuhi.
Ada masanya kita ditempatkan pada pilihan yang harus dipilih walau tau akan buruk hasilnya. Beberapa hal diluar batas terjadi hanya untuk dilalui. Ketakutan-ketakutan yang bergelantungan dikepala perlahan menjadi nyata satu demi satu. Realita menempatkan pada posisi yang tidak baik dan selalu menjadi subjek yang disalahkan. Kematian itu pasti datang, seharusnya kita memanfaatkan dengan baik hal hal yang tersisa sebelum hal itu sampai pada akhirnya.
Setiap dari kita pasti memiliki masalah. Berat ringannya, sulit mudahnya, pada dasarnya tidak dapat diukur. Masalah itu akan menjadi mudah ketika kita berhasil bertahan dan melaluinya. Tidak semua masalah yang datang bisa diselesaikan dan tidak semua masalah harus selesai sekarang. Mungkin ada masalah yang memang datang tanpa harus diselesaikan.
Penyesalan, kesedihan, kekecewaan dan semua hal negatif dalam hidup bagian dari warna kehidupan itu sendiri. Sisi baiknya, hal-hal negatif mengajarkan lebih banyak dibanding hal positif.
Setelah beberapa hari berada dalam kebingungan dan pikiran yang tertutup, kini perlahan pekatnya kabut mulai hilang.
Seiring hari-hari mulai dilewati.
Seiring itu pula pikiran sepertinya mulai bekerja.
Mungkin itu karena kemampuan dasar manusia dalam beradaptasi. Sistem itu bekerja dengan baik untuk memastikan manusia dapat melanjutkan hidupnya.
Ternyata benar, seseorang tidak akan pernah benar-benar mengerti sesatu hal jika ia belum benar-benar mengalami hal tersebut. Duka misalnya.
Pikirian kita terprogram untuk memastikan hidup harus terus berjalan. Secara teoritis ketika tujuan hilang, kita hanya perlu membuat tujuan baru.
Tapi,
ada unsur perasaan yang seakan memaksa untuk rehat sejenak. Menyesali dan mencoba berhanyut dalam kesedihan.
Ya begitulah,
mungkin tidak ada salahnya mengikuti pesaraan. Jika dipikir-pikir, cara kerja manusia sangat menakjubkan. Banyak unsur yang menjadi satu, baik saling mendukung ataupun saling bertentangan.
Lagi-lagi dari semua yang terjadi, mungkin ketika kita menghadapi kejadian-kejadian yang tidak menyenangnkan. Kita hanya perlu bertahan tanpa berlebihan mencari solusi terbaik.
Baik atau buruk pilihan, hidup akan tetap berjalan. Waktu tidak menunggu dan membuat kita terjebak dalam hal buruk. Hal buruk akan berlalu dan begitu pula hal baik akan datang.
Sebagai manusia yang memiliki tuhan, sudah sewajibnya kita percaya, kalau tuhan itu Maha Adil. Sedikit pesan dari saya. Kita kadang tidak menghargai sesuatu yang didapat tanpa perjuagan yang berat. Namun, setelah itu hilang, semua terasa sangat penting dan mendadak paling dihargai. Satu diantaranya, momen dengan orang tua. Sangat banyak orang yang menyesal karena menyianyiakan momen dengan orang tuanya.
Saya rasa kita semua tau hal itu, saya hanya ingin mengingatkan. Siapa tau lupa kan yaa? Semoga tidak ada penyesalan yang disengaja.
Dan begitulah, hidup akan terus berjalan. Tidak berhenti dan tidak pula mundur. Kesedihan akan datang, kebahagiaan pula juga akan datang. Sekian isi dari pikiran saya, sampai bertemu dipikiran saya yang lain.