Menulis bagi saya seperti membungkus momentum lalu mengirimnya ke masa depan. Dari masa depan menerima lalu bernostalgia
Saya tidak suka dalam hal membaca. Namun, hobi menulis datang tanpa ada dalam rencana atau di inginkan. Awal mula dari rasa gabut di jam kosong sewaktu kuliah hingga menjadi sebuah tulisan yang mungkin hanya berharga bagi saya walau tidak berguna. Saya memang seorang pengkhayal handal. Memulai dari khayalan dan beberapa pengalaman masa lampau, jadilah tulisan pertama yang berisikan pikiran konyol dan jenaka. Bersumber dari pengalaman yang di miliki sebagian besar seorang pujangga, Cinta.
Sewaktu berlangsungnya jam kuliah dengan di isi dosen yang asik menjelaskan di depan, sebagai penghilang kantuk saya menulis baris demi baris. Tulisan yang berisi kenangan romansa, pengalaman pertama saya jatuh dalam konyolnya terpaan asmara. Di sisi lain kala itu menulis juga sebagai pengalihan agar terlihat mendengarkan pelajaran. Tulisan mengalir mengukir kejadian demi kejadian hingga sampai di titik kejadian saya menulis di ruang kelas itu.
Tulisan pertama selesai.
Hari itu berlalu, dan tulisan itu terbenam di buku catatan kuliah yang hanya berfungsi untuk di isi catatan, dan tidak di baca lagi. Singkat cerita, saya menemukan kembali buku itu. Bukunya mulai saya baca, baris demi baris. Seperti di terpa badai kenangan. Hati saya bergemuruh terbayang kenangan-kenangan, buruk maupun baik.
Sangat menyenangkan
Saya seperti menerima hadiah dari masa lampau yang berjalan melintasi waktu. Sebuah kesenangan yang sangat khas. Akhirnya dari momen itu membawa saya untuk memulai menulis. Baik teratur maupun tidak teratur,
Karena itu saya membuat kembali website ini untuk menulis dan akan membagikan isi pikiran serta tulisan yang hanya bersemayam di note. Beberapa mungkin akan terlihat konyol atau mungkin terlalu hiperbola. Balik lagi, itulah pikiran saya tidak ada paksaan untuk membacanya apalagi memahaminya. Namun, jika ada yang menghargainya akan sangat menyenangkan rasanya.
Saya tidak akan membatasi tulisan tulisan yang saya buat, karena sejatinya itu adalah hadiah untuk masa depan.