{"success":true,"message":"Data has been retrieved successfully.","data":{"id":55,"title":"Menaklukkan Mata Kuliah Kalkulus","slug":"menaklukkan-mata-kuliah-kalkulus","content":"<h2 style=\"text-align: justify;\">Kalkulus ialah bagian dari matematika yang didalamnya terdapat hitung-hitungan kompleks seperti diferensial dan integral. Di kampus saya sewaktu mengemban S1, mata kuliah kalkulus merupakan matakuliah yang cukup menyeramkan. Selain pelajarannya yang di gosipkan sulit, dosen yang mengajar juga sangat killer. Beliau merupakan dosen senior dengan aura dominasi yang kuat, seperti menggunakan <a href=\"https:\/\/onepiece.fandom.com\/id\/wiki\/Haoshoku_Haki\" target=\"_self\">Haoshoku Haki<\/a>.<\/h2>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Mata kuliah kalkulus umumnya di jumpai di jurusan yang berhubungan dengan teknik pada semester 1. Walau termasuk matakuliah semester awal, saya menemui banyak wajah tua disana. Saya yang berlatar belakang dari daerah dan punya rekam jejak cukup baik dengan matematika semasa SMA tentu juga merasa sangat tertekan dengan matakuliah itu. Sedikit cerita, saya mengerjakan ujian nasional matematika dengan sangat lancar dan menjawab semua soal dengan menghitung tanpa menebak jawaban. Hasilnya pun cukup membanggakan, saya mendapatkan 37,5 dari 100.<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Kita semua tau, matematika pada umumnya memuakkan dan menjijikan. Tapi ini bukan tentang perasaan, melainkan tentang amanah kuliah. Ada hal yang harus di perbaiki dan hal itu ialah pikiran. Saya mencoba belajar untuk bagaimana caranya belajar, bagaimana menguasai suatu materi, dan bagaimana memulai. Hal utama yang harus di miliki untuk belajar adalah tujuan dan tujuan pada saat itu ialah orang tua. Ya itu orang tua, bukan hanya sebuah tujuan pemanis yang biasa mereka lontarkan ketika berkuliah, tapi tujuan yang sebagian orang lainnya yang di emban berlandaskan dari keterbatasan ekonomi dan harapan. Tujuan lah yang akan menemani proses belajar dan menjadi arahnya.<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi saya untuk bisa beradaptasi dengan mata kuliah kalkulus cukup berat. Berikut hal hal yang saya lakukan.<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Langkah Awal<\/strong><\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Saya memulai dengan kembali ke matematika dasar. Belajar memahami tambah kurang kali bagi, kemudian memahami istilah istilah seperti substitusi. Memahami simbol, belajar membaca simbol. barulah kembali ke soal. Memahami dan mengenali simbol itu sangatlah penting. Karena simbol dan istilah itu bagian dari proses pengerjaan soal. Proses ini saya lakukan secara berulang terus dan terus untuk mengenali bentuk simbolnya, namaya, dan fungsinya.<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Setelah Awal<\/strong><\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika sudah mulai paham dengan simbol dan operasi dasar, saya menemukan bahwa kalkulus dan matematika itu sama seperti kehidupan. Semuanya tentang proses, jika prosesnya benar, baik benar dari cara pengerjaan dan penggunaan rumus, maupun dari urutan langkah pengerjaannya, keduanya itu saling terikat tak terpisahkan. Hal utama yang harus di tanamkan ialah untuk mendapatkan hasil yang benar perhatikan dengan seksama prosesnya dan pastikan langkahnya tidak kurang dan tidak berlebihan. Seperti halnya kehidupan, dalam proses memasak nasi goreng tidaklah nasi dimasukkan ke wajan terlebih dahulu baru dituang minyaknya. Sebagian besar orang-orang yang tidak bisa mengerjakan matematika adalah orang-orang yang hanya ingin mendapatkan hasilnya saja, ia tidak acuh dengan proses dan langkahnya.<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Lalu Akhir<\/strong><\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Maka sampailah di bagian akhir. Tentu akan terbiasa dengan pola pikir yang sistematis, memperhatikan proses. Di kuasainya kalkulus bukan hanya bisa mengerjakan satu jenis soal tapi harus di ikuti dengan latihan soal yang lainnya. Berlatih yang cukup tidak berlebihan, jika lebih bisa lebih baik.<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah menemukan kerangka berfikir seperti yang saya gambarkan di atas, saya mulai terbiasa belajar hal baru dan mulai semakin cepat untuk menguasainya. Hal yang perlu saya tekankan dan perlu di perbaiki ialah cara berfikir, cara menyelesaikan masalah, dengan kata lain kuncinya ada pada pikiran itu sendiri. Sebagai evidence, di akhir semester saya berhasil mendapatkan nilai 100 untuk UAS, serta itu berlanjut untuk mata kuliah persamaan diferensial dimana mendapatkan UTS dan UAS 100 pula. Nilainya biasa tidak ada yang istimewa bagi sebagian orang, namun bagi saya proses mendapatkannya sangat luar biasa, saya merangkak dari dasar yang berantakan hingga mencapai keteraturan dalam berfikir. Bukan hanya pemahaman tentang matematika tapi kerangka berfikir saya juga berubah. Hal itu juga berlanjut hingga saya menyelesaikan studi S1 dengan ipk 3,91. Pencapain yang luar biasa bagi saya, saya kira perlu untuk di ketahui sebagai kebahagiaan atas pencapaian dan perubahaan. Perubahan yang nyata ialah perubahan yang mencapai tujuan dari pergerakannya.<\/p>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n<p style=\"text-align: justify;\">Semua itu tidak mungkin dan akan mungkin hingga itu terwujud. Sampai betemu di pikiran saya yang lain.<\/p>","category_id":4,"views":58,"likes":0,"status":"publish","created_at":"2024-08-22T09:13:05.000000Z","updated_at":"2026-07-29T08:30:45.000000Z","meta_description":null,"meta_keywords":null,"category":{"id":4,"name":"Pikiran","slug":"pikiran","image":null,"created_at":"2024-08-20T20:50:47.000000Z","updated_at":"2024-08-20T20:50:47.000000Z"},"tags":[{"id":5,"name":"Kehidupan","slug":"kehidupan","created_at":"2024-08-22T05:20:13.000000Z","updated_at":"2024-08-22T05:20:13.000000Z","pivot":{"article_id":55,"tag_id":5}},{"id":6,"name":"Belajar","slug":"belajar","created_at":"2024-08-22T05:20:43.000000Z","updated_at":"2024-08-22T05:20:43.000000Z","pivot":{"article_id":55,"tag_id":6}}],"image_url":null,"category_name":"Pikiran"}}